Selasa, 06 Oktober 2015

asam basa



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu...
 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah  ini dengan judul “MENENTUKAN LARUTAN ASAM-BASA” serta tak lupa pula kami haturkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilia, dari zaman kebodohan menuju zaman yang sekarang ini yakni zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Makalah ini di persiapkan dan di susun untuk memenuhi tugas sekolah serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, di dalam makalah ini kami menyadari bahwa penulisanya masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan. Namun, besar harapan kami semoga makalah yang disusun ini bisa bermanfaat. Kami selaku penulis makalah ini dapat terselesaikan atas usaha keras kami dan bantuan rekan-rekan dalam diskusi untuk mengisi kekuranganya.
Dalam pembuatan makalah ini kami sangat menyadari bahwa baik dalam penyampaian maupun penulisan masih banyak kekurangannya untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk penunjang dalam pembuatan makalah kami berikutnya.
 Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu...



   Kuok, Februari  2015

     Penulis






DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN..............................................................................................   i
KATA PENGANTAR......................................................................................................i       i
DAFTAR ISI....................................................................................................................i ii
                  
BAB I        PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1         Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2         Tujuan Pratikum.....................................................................................1             
BAB II       TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................2
BAB III     METODOLOGI............................................................................................4
BAB IV     DATA PEMBAHASAN...............................................................................7
BAB V       KESIMPULAN............................................................................................10
                   4.1    Kesimpulan............................................................................................10
                   4.2    Saran......................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................iv









BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Asam dan basa merupakan zat, yang mudah serta cepat dipahami dan diteliti dalam larutan. Larutan adalah campuran homogen dari dua macam zat atau lebih. Larutan dapat berupa larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Didalam larutan terkandung suatu zat (asam dan basa) yang merupakan penghasil dan pendukung suatu larutan. Asam dan Basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari - hari. Berkaitan dengan sifat asam Basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral.
Asam dan Basa memiliki sifat-sifat yang berbeda, sehingga kita bisa menentukan sifat suatu larutan. Untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, ada beberapa cara. Yang pertama menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan dengan perubahan warna yang terjadi. Misalnya Lakmus, akan berwarna merah dalam larutan yang bersifat asam dan akan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa. Sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur pH-nya. pH merupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki pH lebih dari 7, sedangkan netral pH nya 7. Dalam kehidupan sehari – hari, senyawa asam dan basa dapat dengan mudah kita temukan. Mulai dari makanan, minuman dan beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa. Contohnya sabun, deterjen, dan pembersih peralatan rumah tangga.

1.2. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk :
1.         Mengetahui apa saja sifat-sifat asam atau basa suatu larutan.
2.         Dapat membedakan manakah larutan yang mengandung sifat asam dengan basa.
3.         Dapat mengetahui berapa pH suatu larutan yang mengandung sifat-sifat asam atau basa.
4.          Menentukan manakah indicator yang lebih akurat.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Asam dan Basa
A. Asam
Purba , M (169, 172, 195) menyebutkan:  
“Pada istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin   “Acetum’’ Yang berarti cuka, karena diketahui zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Adapun basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Contohnya pada jeruk yang mengandung asam sitrat. Pada lambung manusia juga mengandung klorida yang berguna untuk membunuh kuman yang masuk dalam tubuh . ada juga beberapa produk rumah tangga yang mengandung senyawa basa . contohnya sabun mandi, detergen,  dan pembersih peralatan rumah tangga. Pada bahan-bahan pembersih tersebut mengandung senyawa basa seperti natrium hidroksida , dan kalium hidroksida.”
Menurut Arrhenius,
Asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. Dengan kata lain, pembawa sifat asam aalah ion H+
Menurut Bronsted dan Lowry,
Asam adalah spesi yang member proton pada suatu reaksi pemindahan proton.

B. Basa
Dalam Purba,M(172, 195):
Menurut Arrhenius,
 Basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-). Jadi pembawa sifat basa adalah ion OH-.

Menurut Bronsted dan Lowry,
Basa adalah spesi yang menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton”

2.2. Konsep Asam-Basa
Konsep Asam-Basa menurut Bronsted dan Lowry
1.      Konsep Asam-Basa dari Bronsted dan Lowry tidak terbatas dalam pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
2.      Asam dan basa dari Bronsted dan Lowry tidak hanya berupa molekul tetapi dapat juga berupa kation dan anion. Konsep asam-basa dari Brosted Lowry dapat menjelaskan, misalnya, sifat asam dari NH4Cl.(Purba,M.hal196)

Purba,M (170) menyebutkan:
“Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting .Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal berbagai zat yang kita golongan sebagai asam, misalnya asam cuka , asam sitrun, asam jawa, asam belimbing, serta “asam lambung”.
Salah satu sifat asam basa adalah ,rasanya masam. Kita juga mengenal berberbagai zat yang kita kenal. basa, misalnya: kapur sirih, kaustik soda,air sabun,dan air abu.Salah satu sifat basa adalah dapat melarut kan lemak. (muhtaridi & justiana,S, hal.)






















BAB IV
DATA PEMBAHASAN

4.1     Data Pengamatan Larutan Asam-Basa dengan Indikator Alami
No
Nama Bahan
Larutan
keterangan
HCl
NaOH
Standar
1
Hibiscus rosa- sinensia
Merah
Hijau
Ungu
Asam-Basa
2
Bougenvill
Ungu Tua
Kuning
Merah Tua
Asam-Basa
3
Garcinia mangostana
Merah Jambu
Hijau
Coklat Susu
Asam-Basa
4
Piladang
Coklat
Hijau Tua
Hitam
Asam-Basa
5
Cananga odorata
Kuning Muda
Kuning Tua
Abu-Abu
Asam-Basa

Pembahasan :
Dari berbagai macam tumbuhan yang kami jadikan sebagai indikator alami, ternyata semua tumbuhan itu bisa digunakan sebagai indikator alami menentukan larutan Asam-Basa.

4.2 Tabel Pengamatan Asam Basa dengan Indikator Universal
No
Larutan
Derajat Keasaman (pH)
Sifat Larutan
1
Air Sungai
5
Asam
2
Air Cuka
3
Asam
3
Air Jeruk Nipis
2
Asam
4
Air Limbah RT
5
Asam
5
Air Diterjen
9
Basa
6
Air Sumur
5
Asam

Pembahasan :
Dari hasil percobaan yang kami lakukan apabila pH nya besar dari 7, maka larutan bersifat Basa. Sedangkan apabila pH nya kecil dari 7, maka larutan bersifat Asam. Dan apabila pHnya sama dengan 7, maka larutan bersifat Netral. Dan yang mempunyai pH >7 adalah larutan air diterjen. Kemudian yang mempunyai pH < 7 adalah Air sumur, air Cuka, air jeruk nipis, air sumur, air limbah RT.

4.3 Tabel Pengamatan Asam-Basa dengan Menggunakan Kertas Lakmus
No
Nama Larutan
Warna
Sifat Larutan
Merah
Biru
1
Air Sungai
Merah
Biru
Netral
2
Air Cuka
Merah
Merah
Asam
3
Air Jeruk Nipis
Merah
Merah
Asam
4
Air Limbah RT
Merah
Merah
Asam
5
Air Diterjen
Biru
Biru
Basa
6
Air Sumur
Merah
Merah
Asam

Pembahasan :
Dari hasil pengamatan, jika kertas lakmus berwarna merah saat ujung dari kertas tersebut kita letakan ke dalam larutan air cuka, air jeruk nipis, air limbah RT, Air sumur , dan warnanya tetap merah. Sedangkan kertas lakmus berwarna biru, jika ujung dari kertas tersebut kita letakan di larutan air cuka, larutan air jeruk nipis, larutan air air limbah RT, dan larutan air sumur warnanya akan berubah menjadi merah. Hal ini membuktikan bahwa larutan air cuka, larutan air jeruk nipis, larutan air limbah RT, dan larutan air sumur  bersifat asam.
Dan kami melakukan percobaan, pada  larutan air diterjen, ,hasil nya setelah ujung dari kertas lakmus berwarna biru yang sudah dimasukan ke dalam larutan air diterjen warna dari kertas tersebut tetap berwarna biru. Kemudian kami melakukan praktikum kembali pada larutan air diterjen  dengan menggunakan kertas lakmus berwarna merah. Hasil nya kertas tersebut berubah warna menjadi biru. Ini membuktikan bahwasanya air diterjen bersifat Basa.
Pada bahan lainnya kami pun melakukan percobaan, pada  larutan air sungai, hasil nya setelah ujung dari kertas lakmus berwarna biru yang sudah dimasukan ke dalam larutan air sungai warna dari kertas tersebut tetap berwarna biru. Kemudian kami melakukan praktikum kembali pada larutan air sungai  dengan menggunakan kertas lakmus berwarna merah. Hasil nya kertas tersebut tetap pada warna kertas semula yaitu berwarna merah. Ini membuktikan bahwasanya air murni bersifat netral.




                                                                                                            Kuok,  Februari  2015            
Lamp          : 1 (satu) berkas
Judul          : Menentukan larutan Asam-Basa

Nama Kelompok : 1. Irma Suliani
                               2. Intan Eria Elfi                                                                                                              3. Rahma Yulis                                                                                                                4. Raudatul Aulia                                                                                                                    5. Siti Azzahra                                                                                                                        6. Nur Azna                                                                                                                7. Muhammad Ramdanil                                                                                                            8. Muammar H                                                                                                                        9. Roby Anggara

              Telah menyelesaikan pratikum tentang larutan Asam-Basa di Man Kuok.

                                                                                            Disetujui Oleh Guru Pembimbing



                                                                                                   Asep Hidayat, M.Si                              Nip :19740304200901 1 004                                                                                            









BAB III
METODOLOGI
Judul Praktikum                      : Menguji Larutan Asam-Basa
Tanggal Praktikum            : 26 , Januari 2015
Tempat Pratikum               : Dilabor Kimia Man Kuok
Guru Pembimbing             : Asep Hidayat, M.Si
Tujuan                              : Menguji Sifat asam-basa suatu larutan dengan Indikator Alami

3.1. Alat dan Bahan
A.  Alat
1. Pipet tetes
2. Plat Tetes
3. Gelas Kimia
4. Larutan HCl, dan NaOH
5. Mortar
B. Bahan
1. Hibiscus rosa- sinensia (Bunga Kembang Sepatu)
2. Bougenvill (Bunga Kertas)
3. Garcinia mangostana (Kulit Manggis)
4.  piladang
5. Cananga odorata (Bunga Kenanga)
3.2  Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan di meja pengamatan sesuai dengan alat dan bahan yang diperlukan
2. Siapkan tabel hasil pengamatan seperti berikut
No
Nama Bahan
Larutan
keterangan
HCl
NaOH
Standar
1
Hibiscus rosa- sinensia




2
Bougenvill




3
Garcinia mangostana




4
Pilandang




5
Cananga odorata





3. Haluskan semuaIndikator alami dengan menggunakan mortar dan ambil airnya
4. Setiap jenis air di masukan  ke plat tetes, 1 sample untuk 3 lubang plat tetes.
5. Masukan larutan HCl ke lubang pertama, NaOH ke lubang kedua dan lobang ke tiga untuk keadaan standar.
6. Lakukan pada ke lima sample indikator alami
7. Catatlah perubahan warna yang terjdi, dan catatlah pada tabel pengamatan
8. Dan tentukan jenis larutannya

Tujuan                              : Menguji Sifat Asam-Basa suatu larutan dengan Indikator Universal

A. Alat dan Bahan
a.  Alat
1. Gelas Kimia
2. Plat Tetes
3. Pipet Tetes
b.  Bahan
1. indikator universal
2. kertas Lakmus (Lakmus Biru dan Merah)
3. Air Sungai
4. Air Sumur
5. Air Cuka
6. Air Jeruk Nipis
7. Air Diterjen
8. Air Limbah RT

B. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan di meja pengamatan sesuai dengan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Siapkan tabel hasil pengamatan seperti berikut
           


Tabel Pengamatan Kertas Lakmus
No
Nama Larutan
Warna
Sifat Larutan
Merah
Biru
1
Air Sungai



2
Air Cuka



3
Air Jeruk Nipis



4
Air Limbah RT



5
Air Diterjen



6
Air Sumur




Tabel Indikator Universal
No
Larutan
Derajat Keasaman (pH)
Sifat Larutan
1
Air Sungai


2
Air Cuka


3
Air Jeruk Nipis


4
Air Limbah RT


5
Air Diterjen


6
Air Sumur



3. Masukan jenis-jenis air pada plat tetes, satu sample untuk 3 lubang pada plat tetes.
4. Masukan kertas lakmus merah kelubang pertama, biru ke lubang ke dua dan indikator universal pada lubang ketiga.
5. Tunggu beberapa saat hingga kertas lakmus berubah warna atau tidak
6. Setelah kertas lakmus dan indikator universal berubah warna, catat perubahannya dan tulis di table pengamatan
7. Kemudian cocokkan perubahan warna yang terjadi di indicator universal pada alat ukur pH
8. Setelah itu lihat dan tulislah berapa pH nya.





BAB V
KESIMPULAN

5.1     Kesimpulan
Asam adalah zat yang berasa asam dengan pH dibawah tujuh sedangkan basa adalah zat yang bersifat kaustik dengan pH diatas tujuh dan senyawa yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Pada umumnya basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH. Nama senyawa basa sama dengan nama kationnya yang diikuti kata hidroksida. Basa dapat diidentifikasi dengan cara menggunakan kertas lakmus, indikator asam basa, dan dengan indikator alami.  Seperti hal-nya asam, basa juga terbagi dua macam yaitu basa kuat dan basa lemah. Basa kuat adalah jenis senyawa sederhana yang dapat mendeprotonasi asam sangat lemah di dalam reaksi asam – basa, sedangkan basa lemah adalah larutan basa tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan.

5.2     Saran
Karena asam dan basa sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita.
Bagi para pembaca, diharapkan agar lebih memperdalam pengetahuan tentang asam basa baik melalui buku-buku referensi kimia maupun lewat situs-situs web dan lebih baiknya lagi apabila  dapat dilakukan percobaan agar lebih memahami tentang asam basa karena kegunaannya yang sangat besar bagi kehidupan kita sehingga perlu dipelajari dan dipahami.









DAFTAR PUSTAKA










TUGAS MANDIRI                                                                      GURU PEMBIMBING 
KIMIA                                                                                  ASEP HIDAYAT  M.Si
MAKALAH HASIL LAPORAN PERCOBAAN
Menentukan larutan asam-basa
DISUSUN OLEH :
1.      Irma suliani
2.      Intan eria elfi
3.      M. Ramdanil
4.      Muammar h
5.      Rahma yulis
6.      Siti azahra
7.      Nur azna
8.      Raudatul aulia
9.      Roby anggara
MADRASAH ALIYAH NEGERI KUOK
TAHUN AJARAN 2014/2015
FOTO CONTOH MENENTUKAN LARUTAN ASAM-BASA DENGAN INDIKATOR UNIVERSAL






Tidak ada komentar:

Posting Komentar